PERANGKAT PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )
MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK
MADRASAH IBTIDAIYAH BAITIS SALMAH
KELAS V SEMESTER 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Madrasah Ibtidaiyah : Baitis Salmah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : V / 1
Alokasi Waktu : 2x40 menit (1 Kali pertemuan)
A. Standar Kompetensi
1. Memahami kalimat thayyibah (sholawat Nabi), Al-Asma al-Husna (Al Baqii dan Al Bashir)
B. Komepetensi Dasar
1.1 Mengenal Allah melalui kalimat thayyibah (sholawat Nabi)
C. Materi Pembelajaran
Pengertian shalawat
Manfaat membaca shalawat
Contoh penggunaan shalawat
D. Metode Pembelajaran
Ceramah : Metode ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
Tanya jawab tentang Kalimat Thayyibah sholawat Nabi yang siswa ketahui
Diskusi
E. Langkah-langkah Pembelajaran
No Uraian Kegiatan Waktu
1
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat menjelaskan pengertian Sholawat Nabi
Siswa dapat melafalkan kalimat thayyibah Sholawat Nabi
Siswa dapat menyebutkan keutamaan dan manfaat membaca shalawat
Siswa dapat menyebutkan beberapa contoh menggunakan lafadz kalimat thayyibah Sholawat Nabi
Kegiatan awal :
Apersepsi :
Memberikan pertanyaan seputar kalimat thayyibah sholawat Nabi
Motivasi :
Memberikan informasi tentang kalimat thayyibah sholawat Nabi
10 menit
2
Kegiatan inti :
Siswa membaca literatur tentang Kalimat Thayyibah sholawat Nabi (fase eksplorasi)
Bertanya jawab tentang Kalimat Thayyibah sholawat Nabi (fase eksplorasi)
Siswa diminta berdiskusi : menyebutkan Kalimat Thayyibah sholawat Nabi (fase elaborasi)
Siswa memaparkan hasil diskusinya (faseelaborasi)
Siswa dan guru merefleksikan hasil pembelajaran (fase konfirmasi)
60 Menit
3
Kegiatan akhir :
Tanya jawab tentang Kalimat Thayyibah sholawat Nabi
Guru memberikan tugas untuk menghafal salah satu surat pendek sebagai pengamalan
10 menit
F. Sumber belajar dan media pembelajaran :
1. Buku paket
2. Referensi lain
3. Kaset/vcd tentang Sholawat
G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen
Menunjukkan pengertian Sholawat Nabi
Melafalkan kalimat thayyibah Sholawat Nabi
Menjelaskan manfaat mengucapkan Sholawat Nabi
Menunjukkan contoh menggunakan lafadz kalimat thayyibah Sholawat Nabi
Mengucapkan Sholawat Nabi ketika mendengar Nama Nabi Muhammad saw disebut
Tes tulis
Tes lisan
Non tes
Praktek
Isian
Uraian
Sebutkan pengertian Sholawat Nabi!
Jelaskan manfaat mengucapkan Sholawat Nabi!
Tunjukkan contoh menggunakan lafadz kalimat thayyibah Sholawat Nabi!
Mengetahui,
Kepala Madrasah
H. USMAN. K .............. , ............................... 20 ...
Guru bidang studi Aqidah Akhlaq
HOTIB, S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Madrasah Ibtidaiyah : Baitis Salmah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : V / 1
Alokasi Waktu : 2x40 menit (1 Kali pertemuan)
A. Standar Kompetensi
1. Memahami kalimat thayyibah (sholawat Nabi), Al-Asma al-Husna (Al Baqii dan Al Bashir)
B. Komepetensi Dasar
1.2 Mengenal Allah melalui sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Al-Asma al-Husna (Al Baqii dan Al Bashir)
C. Materi Pembelajaran
Pengertian asmaul husna Al Baqii dan Al Bashir
Hikmah membaca Asmaul Husna Al Baqii dan Al Bashir
Bukti sifat Al Baqii dan Al Bashir
D. Metode Pembelajaran
Ceramah : Metode ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
Tanya jawab tentang Kalimat Thayyibah sholawat Nabi yang siswa ketahui
Diskusi
E. Langkah-langkah Pembelajaran
No Uraian Kegiatan Waktu
1
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat menjelaskan pengertian Asmaul Husna Al Baqii dan Al Bashir
Siswa dapat menulis arti dan menghafalkan Asmaul Husna Al Baqii dan Al Bashir
Siswa dapat menyebutkan beberapa bukti Allah bersifat Al Baqii dan Al Bashir
Kegiatan awal :
Apersepsi :
Memberikan pertanyaan seputar kalimat thayyibah sholawat Nabi
Motivasi :
Memberikan informasi tentang kalimat thayyibah sholawat Nabi
10 menit
2
Kegiatan inti :
Siswa membaca literatur tentang Kalimat Thayyibah sholawat Nabi (fase eksplorasi)
Bertanya jawab tentang Kalimat Thayyibah sholawat Nabi (fase eksplorasi)
Siswa diminta berdiskusi : menyebutkan Kalimat Thayyibah sholawat Nabi (fase elaborasi)
Siswa memaparkan hasil diskusinya (faseelaborasi)
Siswa dan guru merefleksikan hasil pembelajaran (fase konfirmasi)
60 Menit
3
Kegiatan akhir :
Tanya jawab tentang Kalimat Thayyibah sholawat Nabi
Guru memberikan tugas untuk menghafal salah satu surat pendek sebagai pengamalan
10 menit
F. Sumber belajar dan media pembelajaran :
1. Buku paket
2. Referensi lain
3. Kaset/vcd tentang Al Asma Al Husna
G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen
Mendefinisikan Asmaul Husna Al Baqii dan Al Bashir
Melafalkan Asmaul Husna Al Baqii dan Al Bashir
Mengartikan Asmaul Husna Al Baqii dan Al Bashir
Menunjukkan hikmah membaca asmaul Husna
Menunjukkan contoh bahwa Allah bersifat Al Baqii dan Al Bashir
Tes tulis
Tes lisan
Non tes
Praktek
Isian
Uraian
Apa pengertian Asmaul Husna Al Baqii dan Al Bashir?
Jelaskan arti Asmaul Husna Al Baqii dan Al Bashir!
Tunjukkan contoh bahwa Allah bersifat Al Baqii dan Al Bashir!
Mengetahui,
Kepala Madrasah
USMAN. K .............. , ............................... 20 ...
Guru bidang studi Aqidah Akhlaq
HOTIB,S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Madrasah Ibtidaiyah : Baitis Salmah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : V / 1
Alokasi Waktu : 2x40 menit (1 Kali pertemuan)
A. Standar Kompetensi
2. Beriman kepada hari akhir (kiamat)
B. Komepetensi Dasar
2.1 Mengenal adanya hari akhir (qiamat).
C. Materi Pembelajaran
Pengertian qiamat
Tanda-tanda qiamat
Hikmah beriman kepada hari akhir
D. Metode Pembelajaran
Ceramah : Metode ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
Tanya jawab tentang beriman kepada hari akhir yang siswa ketahui
Diskusi
E. Langkah-langkah Pembelajaran
No Uraian Kegiatan Waktu
1
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat menjelaskan tentang hari akhir
Siswa dapat menyebutkan dalil tentang hari akhir
Siswa dapat menyebutkan tanda-tanda Hari Akhir (qiamat)
Siswa dapat menyebutkan hikmah beriman kepada hari akhir (qiamat)
Kegiatan awal :
Apersepsi :
Memberikan pertanyaan seputar beriman kepada hari akhir
Motivasi :
Memberikan informasi tentang beriman kepada hari akhir
10 menit
2
Kegiatan inti :
Siswa membaca literatur tentang beriman kepada hari akhir (fase eksplorasi)
Bertanya jawab tentang Kalimat beriman kepada hari akhir (fase eksplorasi)
Siswa diminta berdiskusi : menyebutkan beriman kepada hari akhir (fase elaborasi)
Siswa memaparkan hasil diskusinya (faseelaborasi)
Siswa dan guru merefleksikan hasil pembelajaran (fase konfirmasi)
60 Menit
3
Kegiatan akhir :
Tanya jawab tentang Kalimat beriman kepada hari akhir
Guru memberikan tugas untuk menghafal salah satu surat pendek sebagai pengamalan
10 menit
F. Sumber belajar dan media pembelajaran :
1. Buku paket
2. Referensi lain
3. Poster hururhara akhir zaman
4. Vcd tentang akhirat
G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen
Menyebutkan pengertian hari akhir (qiamat)
Menyebutkan tanda-tanda hari akhir (qiamat)
Menunjukkan dalil tentang hari akhir (qiamat)
Menyebutkan hikmah mengimani hari akhir (qiamat)
Menunjukkan contoh sikap yang menggambarkan beriman kepada hari akhir
Tes tulis
Tes lisan
Non tes
Isian
Uraian
Performance
Apa pengertian hari akhir (qiamat)?
Sebutkan tanda-tanda hari akhir (qiamat)!
Sebutkan hikmah mengimani hari akhir (qiamat)!
Mengetahui,
Kepala Madrasah
H. USMAN. K .............. , ............................... 20 ...
Guru bidang studi Aqidah Akhlaq
HOTIB,S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Madrasah Ibtidaiyah : Baitis Salmah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : V / 1
Alokasi Waktu : 2x40 menit (1 Kali pertemuan)
A. Standar Kompetensi
3. Membiasakan akhlak terpuji
B. Komepetensi Dasar
3.1 Membiasakan sikap tanggung jawab, adil, dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari
C. Materi Pembelajaran
Pengertian tanggung jawab, adil, dan bijaksana
Contoh tanggung jawab, adil, dan bijaksana
Hikmah bersikap tanggung jawab, adil, dan bijaksana
D. Metode Pembelajaran
Ceramah : Metode ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
Tanya jawab tentang akhlak terpuji yang siswa ketahui
Diskusi
E. Langkah-langkah Pembelajaran
No Uraian Kegiatan Waktu
1
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat menjelaskan pengertian tanggung jawab, adil, dan bijaksana
Siswa dapat menyebutkan contoh sikap tanggung jawab, adil, dan bijaksana di Madrasah, rumah, dan tempat lainnya
Siswa dapat menjelaskan hikmah berperilaku tanggung jawab, adil, dan bijaksana
Kegiatan awal :
Apersepsi :
Memberikan pertanyaan seputar akhlak terpuji
Motivasi :
Memberikan informasi tentang akhlak terpuji
10 menit
2
Kegiatan inti :
Siswa membaca literatur tentang akhlak terpuji (fase eksplorasi)
Bertanya jawab tentang akhlak terpuji (fase eksplorasi)
Siswa diminta berdiskusi : menyebutkan akhlak terpuji (fase elaborasi)
Siswa memaparkan hasil diskusinya (faseelaborasi)
Siswa dan guru merefleksikan hasil pembelajaran (fase konfirmasi)
60 Menit
3
Kegiatan akhir :
Tanya jawab tentang akhlak terpuji
Guru memberikan tugas untuk menghafal salah satu surat pendek sebagai pengamalan
10 menit
F. Sumber belajar dan media pembelajaran :
1. Buku paket
2. Referensi lain
G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen
Menyebutkan pengertian tanggung jawab, adil, dan bijaksana
Menunujukkan dalil tentang tanggung jawa, adil dan bijaksana
Menunjukkan contoh sikap tanggung jawab, adil, dan bijaksana
Menyebutkan hikmah berperilaku tanggung jawab, adil, dan bijaksana
Menunjukkan akibat tidak bersikap tanggung jawab, adil, dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari
Tes tulis
Tes lisan
Non tes
Performance
Isian
Uraian
Apa pengertian tanggung jawab, adil, dan bijaksana?
Sebutkan contoh sikap tanggung jawab, adil, dan bijaksana!
Sebutkan hikmah berperilaku tanggung jawab, adil, dan bijaksana!
Mengetahui,
Kepala Madrasah
H. USMAN. K .............. , ............................... 20 ...
Guru bidang studi Aqidah Akhlaq
HOTIB,S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Madrasah Ibtidaiyah : Baitis Salmah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : V / 1
Alokasi Waktu : 2x40 menit (1 Kali pertemuan)
A. Standar Kompetensi
3. Membiasakan akhlak terpuji
B. Komepetensi Dasar
3.2 Membiasakan akhlak yang baik ketika di tempat ibadah dan tempat umum
C. Materi Pembelajaran
Adab di tempat ibadah
Adab di tempat umum
D. Metode Pembelajaran
Ceramah : Metode ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
Tanya jawab tentang akhlak terpuji yang siswa ketahui
Diskusi
E. Langkah-langkah Pembelajaran
No Uraian Kegiatan Waktu
1
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat memahami materi tentang adab ketika ketika di ibadah
Siswa dapat memahami materi tentang adab ketika ketika di tempat umum
Siswa dapat menyebutkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat ibadah dan tempat umum
Kegiatan awal :
Apersepsi :
Memberikan pertanyaan seputar akhlak terpuji
Motivasi :
Memberikan informasi tentang akhlak terpuji
10 menit
2
Kegiatan inti :
Siswa membaca literatur tentang akhlak terpuji (fase eksplorasi)
Bertanya jawab tentang akhlak terpuji (fase eksplorasi)
Siswa diminta berdiskusi : menyebutkan akhlak terpuji (fase elaborasi)
Siswa memaparkan hasil diskusinya (faseelaborasi)
Siswa dan guru merefleksikan hasil pembelajaran (fase konfirmasi)
60 Menit
3
Kegiatan akhir :
Tanya jawab tentang akhlak terpuji
Guru memberikan tugas untuk menghafal salah satu surat pendek sebagai pengamalan
10 menit
F. Sumber belajar dan media pembelajaran :
1. Buku paket
2. Referensi lain
G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen
Menyebutkan akhlak yang baik ketika di tempat ibadah
Menunjukkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat ibadah
Menyebutkan hikmah berakhlak baik ketika di tempat ibadah
Menyebutkan akibat tidak berakhlak baik ketika di tempat ibadah
Menyebutkan akhlak yang baik ketika di tempat umum
Menunjukkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat umum
Menyebutkan hikmah berakhlak baik ketika di tempat umum
Menyebutkan akibat tidak berakhlak baik ketika di tempat
Tes tulis
Tes lisan
Non tes
Performance
Isian
Uraian
Jelaskan akhlak yang baik ketika di tempat ibadah!
Sebutkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat ibadah!
Sebutkan hikmah berperilaku tanggung jawab, adil, dan bijaksana!
Jelaskan akhlak yang baik ketika di tempat umum!
Sebutkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat umum!
Mengetahui,
Kepala Madrasah
H. USMAN. K .............. , ............................... 20 ...
Guru bidang studi Aqidah Akhlaq
HOTIB,S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
MI : Baitis Salmah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : V / 1
Alokasi Waktu : 2x40 menit (1 Kali pertemuan)
A. Standar Kompetensi
3. Membiasakan akhlak terpuji
B. Komepetensi Dasar
3.2 Membiasakan akhlak yang baik ketika di tempat ibadah dan tempat umum
C. Materi Pembelajaran
Adab di tempat ibadah
Adab di tempat umum
D. Metode Pembelajaran
Ceramah : Metode ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
Tanya jawab tentang akhlak terpuji yang siswa ketahui
Diskusi
E. Langkah-langkah Pembelajaran
No Uraian Kegiatan Waktu
1
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat memahami materi tentang adab ketika ketika di ibadah
Siswa dapat memahami materi tentang adab ketika ketika di tempat umum
Siswa dapat menyebutkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat ibadah dan tempat umum
Kegiatan awal :
Apersepsi :
Memberikan pertanyaan seputar akhlak terpuji
Motivasi :
Memberikan informasi tentang akhlak terpuji
10 menit
2
Kegiatan inti :
Siswa membaca literatur tentang akhlak terpuji (fase eksplorasi)
Bertanya jawab tentang akhlak terpuji (fase eksplorasi)
Siswa diminta berdiskusi : menyebutkan akhlak terpuji (fase elaborasi)
Siswa memaparkan hasil diskusinya (faseelaborasi)
Siswa dan guru merefleksikan hasil pembelajaran (fase konfirmasi)
60 Menit
3
Kegiatan akhir :
Tanya jawab tentang akhlak terpuji
Guru memberikan tugas untuk menghafal salah satu surat pendek sebagai pengamalan
10 menit
F. Sumber belajar dan media pembelajaran :
1. Buku paket
2. Referensi lain
G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen
Menyebutkan akhlak yang baik ketika di tempat ibadah
Menunjukkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat ibadah
Menyebutkan hikmah berakhlak baik ketika di tempat ibadah
Menyebutkan akibat tidak berakhlak baik ketika di tempat ibadah
Menyebutkan akhlak yang baik ketika di tempat umum
Menunjukkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat umum
Menyebutkan hikmah berakhlak baik ketika di tempat umum
Menyebutkan akibat tidak berakhlak baik ketika di tempat
Tes tulis
Tes lisan
Non tes
Performance
Isian
Uraian
Jelaskan akhlak yang baik ketika di tempat ibadah!
Sebutkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat ibadah!
Sebutkan hikmah berperilaku tanggung jawab, adil, dan bijaksana!
Jelaskan akhlak yang baik ketika di tempat umum!
Sebutkan contoh akhlak yang baik ketika di tempat umum!
Mengetahui
Kepala Madrasah
...........................................
NIP. .............. , ...............................
Guru bidang studi Aqidah Akhlaq
HOTIB,S.Pd
NIP.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
MI : Baitis Salmah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : V / 1
Alokasi Waktu : 2x40 menit (1 Kali pertemuan)
A. Standar Kompetensi
4. Menghindari akhlak tercela
B. Komepetensi Dasar
4.1 Menghindari sifat hasud dalam kehidupan sehari-hari melalui kisah Abu Lahab
C. Materi Pembelajaran
Pengertian sifat hasud
Dampak negatif dari sifat hasud
Keuntungan menghindari sifat hasud
Kisah Abu Lahab
Sikap tercela Abu Lahab
Hikmah dari kisah Abu Lahab
D. Metode Pembelajaran
Ceramah : Metode ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
Tanya jawab tentang akhlak tercela yang siswa ketahui
Diskusi
E. Langkah-langkah Pembelajaran
No Uraian Kegiatan Waktu
1
Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat menjelaskan pengertian sifat hasud
Siswa dapat menyebutkan dampak negatif dan keuntungan menghindari dari sifat hasud
Siswa dapat menjelaskan kisah Abu Lahab
Kegiatan awal :
Apersepsi :
Memberikan pertanyaan seputar akhlak tercela
Motivasi :
Memberikan informasi tentang akhlak tercela
10 menit
2
Kegiatan inti :
Siswa membaca literatur tentang akhlak tercela (fase eksplorasi)
Bertanya jawab tentang akhlak tercela (fase eksplorasi)
Siswa diminta berdiskusi : menyebutkan akhlak tercela (fase elaborasi)
Siswa memaparkan hasil diskusinya (faseelaborasi)
Siswa dan guru merefleksikan hasil pembelajaran (fase konfirmasi)
60 Menit
3
Kegiatan akhir :
Tanya jawab tentang akhlak tercela
Guru memberikan tugas untuk menghafal salah satu surat pendek sebagai pengamalan
10 menit
F. Sumber belajar dan media pembelajaran :
1. Buku paket
2. Referensi lain
G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi Jenis Penilaian Bentuk Penilaian Contoh Instrumen
Menyebutkan pengertian hasud
Menunjukkan contoh sikap hasud
Menunjukkan dampak negatif dari sikap hasud
Menceritakan kisah Abu Lahab
Menunjukkan contoh sikap jelek Abu Lahab
Menyebutkan keuntungan menghindari sifat hasud sebagaimana dalam kisah Abu Lahab
Tes tulis
Tes lisan
Non tes
Performance
Isian
Uraian
Sebutkan pengertian hasud!
Sebutkan contoh sikap hasud!
Sebutkan keuntungan menghindari sifat hasud sebagaimana dalam kisah Abu Lahab!
Mengetahui
Kepala Madrasah
...........................................
NIP. .............. , ...............................
Guru bidang studi Aqidah Akhlaq
HOTIB,S.Pd
NIP.
Sabtu, 18 September 2010
Jumat, 17 September 2010
Tangsel
Lahirnya kota Tangerang Selatan (Tangsel) diiringi dengan lahirnya harapan-harapan baru bagi masyarakat itu sendiri, harapan-harapan itu sering kita dengar dari obrolan-obrolan di warung-warung kopi, di pangkalan ojeg, di sekolah-sekolah dll. Diantara harapan tersebut adalah adanya perubahan dalam bidang ekonomi, pendidikan dan pembangunan sarana-sarana umum.
Dalam bidang ekonomi dan Pendidikan, tentunya masyarakat yang berada di Kota Tangerang Selatan berharap adanya kemudahan dalam mencari pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam hidupnya, yang mungkin tidak kurang dari 50 % masyarakat Kota Tangsel tingkat ekonominya adalah menengah kebawah, harapan tersebut dibarengi pula dengan pendidikan yang murah dan terjangkau bagi masyarakat. Harapan yang lain adalah adanya pembangunan sarana umum yang merata, seperti adanya pengaspalan/pembetonan jalan-jalan yang masih rusak. Memang kita akui bersama bahwa sekarang ini sudah banyak jalan yang bagus, apalagi dengan adanya BKM, itu semua cukup dirtasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tapi tidak sedikit pula yang masih “tidak bagus” bahkan cenderung belum tersentuh, salah satu contoh adalah jalan yang menjadi pemisah dua kecamatan (Ciputat dan Pondok Aren), jalan ini cukup vital, selain masyarakat sekitar yang menjadi pengguna, jalan ini juga merupakan jalur alternative yang menghubungkan Sudimara (Jombang) dengan Bintaro via Serua Poncol, ditambah lagi dengan tidak adanya penerangan jalan, sehingga jalan ini cukup rawan kejahatan bahkan jalur ini mejadi momok yang sangat menakutkan dimalam hari.
Tentunya ini menjadi tantangan bagi siapa saja yang akan menjadi pemimpin Kota Tangsel, dan harapan bagi masyarakat sendiri cukup besar, dengan banyaknya orang yang ingin menjawab tantangan tersebut, Dengan banyaknya peserta dalam pelaksanaan Pemilukada 13 November 2010 yang akan datang, ini merupakan salahsatu bukti bahwa mereka ingin menjawab tantangan tersebut.
Bagi kami masyarakat hanya dapat berdoa, semoga saja harapan-harapan tersebut bisa tecapai
Dalam bidang ekonomi dan Pendidikan, tentunya masyarakat yang berada di Kota Tangerang Selatan berharap adanya kemudahan dalam mencari pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam hidupnya, yang mungkin tidak kurang dari 50 % masyarakat Kota Tangsel tingkat ekonominya adalah menengah kebawah, harapan tersebut dibarengi pula dengan pendidikan yang murah dan terjangkau bagi masyarakat. Harapan yang lain adalah adanya pembangunan sarana umum yang merata, seperti adanya pengaspalan/pembetonan jalan-jalan yang masih rusak. Memang kita akui bersama bahwa sekarang ini sudah banyak jalan yang bagus, apalagi dengan adanya BKM, itu semua cukup dirtasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tapi tidak sedikit pula yang masih “tidak bagus” bahkan cenderung belum tersentuh, salah satu contoh adalah jalan yang menjadi pemisah dua kecamatan (Ciputat dan Pondok Aren), jalan ini cukup vital, selain masyarakat sekitar yang menjadi pengguna, jalan ini juga merupakan jalur alternative yang menghubungkan Sudimara (Jombang) dengan Bintaro via Serua Poncol, ditambah lagi dengan tidak adanya penerangan jalan, sehingga jalan ini cukup rawan kejahatan bahkan jalur ini mejadi momok yang sangat menakutkan dimalam hari.
Tentunya ini menjadi tantangan bagi siapa saja yang akan menjadi pemimpin Kota Tangsel, dan harapan bagi masyarakat sendiri cukup besar, dengan banyaknya orang yang ingin menjawab tantangan tersebut, Dengan banyaknya peserta dalam pelaksanaan Pemilukada 13 November 2010 yang akan datang, ini merupakan salahsatu bukti bahwa mereka ingin menjawab tantangan tersebut.
Bagi kami masyarakat hanya dapat berdoa, semoga saja harapan-harapan tersebut bisa tecapai
Lahirnya kota Tangerang Selatan (Tangsel) diiringi dengan lahirnya harapan-harapan baru bagi masyarakat itu sendi..."
Biodata Tenaga Pengajar MI. Baitis Salmah
Hotib:Nama : MURADI
Tempat tgl. Lahir : Tangerang, 05-04-1968
Pekerjaan : Guru
Alamat : Kp. Tegal Rotan RT 001/07 Kelurahan Sawah Baru-Ciputat
Tangerang Selatan.
Nama lengkap : H.USMAN. K
N I P : -
Jabatan : Kepala Madrasah
Nama RA/Madrasah : MI. Baitis Salmah Ciputat
Alamat RA/Madrasah : Jln. Masjid Baitis Salmah RT 001/07 Sawah Baru Kec
Nama lenkap : AHMAD HOTIB. S. Pd
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 29 Januari 1973
Alamat : Kp. Serua Poncol RT 001/06 Kelurahan
Sawah Baru-Ciputat Kota Tangerang Selatan
Nama lenkap : NURJANAH
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 21 Desember 1971
Alamat : Jln. Masjid Baitis Salmah RT 001/07 Sawah Baru Kec
Ciputat Kota Tangerang Selatan
Nama lenkap : SUTOMO. S.Pd.I
Tempat/Tangggal lahir : Pati, 13 Agustus 1979
Alamat : JL. Raya Pd Betung RT 05/01 Pd Aren
Nama lenkap : ZULHIJRAH. SE
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 07 September 1981
Alamat : Jln. Masjid Baitis Salmah RT 001/07 Sawah Baru Kec
Ciputat Kota Tangerang Selatan
Nama lenkap : NENENG HULIYAH. SE
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 04 Juni 1975
Alamat : Jln. Masjid Baitis Salmah RT 001/07 Sawah Baru Kec
Ciputat Kota Tangerang Selatan
Nama lenkap : MARYAMIH
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 13 Juni 1969
Alamat : Pd Pucung RT 07/01. Pd Aren
Nama lenkap : SUTIYAH
Tempat/Tangggal lahir : Semarang, 10 April 1950
Alamat :
Tempat tgl. Lahir : Tangerang, 05-04-1968
Pekerjaan : Guru
Alamat : Kp. Tegal Rotan RT 001/07 Kelurahan Sawah Baru-Ciputat
Tangerang Selatan.
Nama lengkap : H.USMAN. K
N I P : -
Jabatan : Kepala Madrasah
Nama RA/Madrasah : MI. Baitis Salmah Ciputat
Alamat RA/Madrasah : Jln. Masjid Baitis Salmah RT 001/07 Sawah Baru Kec
Nama lenkap : AHMAD HOTIB. S. Pd
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 29 Januari 1973
Alamat : Kp. Serua Poncol RT 001/06 Kelurahan
Sawah Baru-Ciputat Kota Tangerang Selatan
Nama lenkap : NURJANAH
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 21 Desember 1971
Alamat : Jln. Masjid Baitis Salmah RT 001/07 Sawah Baru Kec
Ciputat Kota Tangerang Selatan
Nama lenkap : SUTOMO. S.Pd.I
Tempat/Tangggal lahir : Pati, 13 Agustus 1979
Alamat : JL. Raya Pd Betung RT 05/01 Pd Aren
Nama lenkap : ZULHIJRAH. SE
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 07 September 1981
Alamat : Jln. Masjid Baitis Salmah RT 001/07 Sawah Baru Kec
Ciputat Kota Tangerang Selatan
Nama lenkap : NENENG HULIYAH. SE
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 04 Juni 1975
Alamat : Jln. Masjid Baitis Salmah RT 001/07 Sawah Baru Kec
Ciputat Kota Tangerang Selatan
Nama lenkap : MARYAMIH
Tempat/Tangggal lahir : Tangerang, 13 Juni 1969
Alamat : Pd Pucung RT 07/01. Pd Aren
Nama lenkap : SUTIYAH
Tempat/Tangggal lahir : Semarang, 10 April 1950
Alamat :
SU'UDZAN
Prasangka buruk (Su'udzan) adalah kebiasaan hati yang kotor dan sakit, itulah yang digambarkan Allah dalam sebuah ayat Al-Qur'an ketika menceritakan orang-orang yang tidak mengharapkan Rasulullah kembali dengan kemenangan dari salah satu peperangannya.
Mereka berharap Rasulullah dan kaum muslimin kalah dan tidak akan kembali pulang kepada keluarganya.
Prasangka buruk kadang tidak disadari datang kedalam hati manusia, dan masuknya prasangka buruk ini di anggap sebagai hal biasa dan tidak mengapa, pada hakikatnya su'udzan akan membawa seseorang kepada ketakutan dan kekhawatiran tanpa sebab, pesimis ketika menghadapi masalah, dan minder. "Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa" (QS. Al-Hujurat: 12)
Mereka berharap Rasulullah dan kaum muslimin kalah dan tidak akan kembali pulang kepada keluarganya.
Prasangka buruk kadang tidak disadari datang kedalam hati manusia, dan masuknya prasangka buruk ini di anggap sebagai hal biasa dan tidak mengapa, pada hakikatnya su'udzan akan membawa seseorang kepada ketakutan dan kekhawatiran tanpa sebab, pesimis ketika menghadapi masalah, dan minder. "Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa" (QS. Al-Hujurat: 12)
Kamis, 16 September 2010
PENDAHULUAN
Hotib:
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan Nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beiman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab, unrtuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem Pendidika Nasional sebagaimana terantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional.
Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efesiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan Pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahati, olahrasa, dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuan bebasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efesiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terara, da berkesinambungan.
Implementasi Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.
Sebagai manisfestasi diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, diterbitkan beberapa Peraturan Menteri untuk mendukung hal tersebut. Sampai dengan akhir tahun 2007 Mendiknas telah
menerbitkan Permendiknas No. 22/2006 tetang Standar Isi; Permendiknas No. 23/2006 tetang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Permendiknas No. 24/2006 dan No 6/2007 tetang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23; Permendiknas No. 12, 13, 16 dan 18 tahun 2007 tentang Standar Pendidikan dan Tenaga Pendidikan; Permendiknas No. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan; Permendiknas No. 24/2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana; Permendinas No. 20/2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Permendiknas No. 41/2007 tentang Standar Proses.
Salah satu kebijakan untuk mendukung standar nasional tersebut yang sangat mendesak adalah penyusunan dan pelaksanaan Kurikulum, mengingat ketentuan yang diatur dalam Permendiknas Nomor 24/2006 tersebut di atas, Khususnya pada pasal 2 (dua) adalah bahwa Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah harus sudah mulai menerapkan Permendiknas No. 22 dan 23 paling lambat tahun pelajaran 2009/2010.
Dalam rangka implementasi Kurikulum secara menyeluruh pada tahun 2009/2010, maka sebuah institusi pendidikan, dalam hal ini sekolah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional agar dapat menghasilkan manusia yang cerdas dan mampu serta proaktif dalam menjawab tantangan zaman yang senantiasa berubah, harus terus berusaha menata diri untuk ikut serta dalam membangun bangsa yang maju, unggul dan kompetitif serta melahirkan warga negara yang unggul secara intelektual, anggun dalam moral, kompeten dalam IPTEKS, produktif dalam karya, dan memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai peran sosial, serta kompetitif tehadap bangsa lain di era global.
Berdasarkan tujuan dan hasil yang diharapkan, yang menjadi prioritas dalam rangka pemenuhan standar nasional pendidikan di MI. Baitis Salmah Ciputat, maka perlu menyusun dan merancang Kurkulum Sekolah/Madrasah
B. LANDASAN HUKUM
Landasan hukum dalam penyusunan kurikulum ini adalah :
1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang sistem pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
3. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
4. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
5. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2006 tentang Implementasi Permen 22 dan 23
6. Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah.
7. Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang standar Penilaian Pendidikan
8. Permendiknas Nomor 40 tahun 2007 tentang standar Proses
9. Petunjuk Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Nomor 800/819-Dindik/209 tentang petunjuk Pelaksanaan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2009/2010
10. Standar Isi
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.
11.Standar Kompetensi Lulusan
SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006.
C. PENGERTIAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan ke-khasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik, oleh karena itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada.
D. TUJUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pengembangan Kurikulum yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional, standar nasional pendidikan terdiri atas Standar Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, Tenaga Pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari delapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI), dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum.
Tujuan Peyusunan Kurikulum ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan khususnya di MI. Baitis Salmah dalam pengembangan proses pembelajaran yang efektif, kreatif, dan menyenangkan yang akan dilaksanakan di MI. Baitis Salmah.
Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberikan kesempatan peserta didik untuk :
a. Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Belajar untuk memahami dan menghayati
c. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif
d. Belajar untuk hidup bersama dan berbuat untuk orang lain, dan
e. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
E. PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Kurikulum MI. Baitis Salmah dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum sebagai berikut :
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik MI. Baitis Salmah memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
2. Beragam dan Terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, dan status sosial ekonomi.
3. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan untuk menjamin pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan.
4. Menyeluruh dan berkesinambungan
Subtansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan, dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidik
5 Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik agar mampu dan mau belajar yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan Nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beiman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab, unrtuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem Pendidika Nasional sebagaimana terantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional.
Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efesiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan Pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahati, olahrasa, dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuan bebasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efesiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terara, da berkesinambungan.
Implementasi Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.
Sebagai manisfestasi diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, diterbitkan beberapa Peraturan Menteri untuk mendukung hal tersebut. Sampai dengan akhir tahun 2007 Mendiknas telah
menerbitkan Permendiknas No. 22/2006 tetang Standar Isi; Permendiknas No. 23/2006 tetang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Permendiknas No. 24/2006 dan No 6/2007 tetang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23; Permendiknas No. 12, 13, 16 dan 18 tahun 2007 tentang Standar Pendidikan dan Tenaga Pendidikan; Permendiknas No. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan; Permendiknas No. 24/2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana; Permendinas No. 20/2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Permendiknas No. 41/2007 tentang Standar Proses.
Salah satu kebijakan untuk mendukung standar nasional tersebut yang sangat mendesak adalah penyusunan dan pelaksanaan Kurikulum, mengingat ketentuan yang diatur dalam Permendiknas Nomor 24/2006 tersebut di atas, Khususnya pada pasal 2 (dua) adalah bahwa Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah harus sudah mulai menerapkan Permendiknas No. 22 dan 23 paling lambat tahun pelajaran 2009/2010.
Dalam rangka implementasi Kurikulum secara menyeluruh pada tahun 2009/2010, maka sebuah institusi pendidikan, dalam hal ini sekolah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional agar dapat menghasilkan manusia yang cerdas dan mampu serta proaktif dalam menjawab tantangan zaman yang senantiasa berubah, harus terus berusaha menata diri untuk ikut serta dalam membangun bangsa yang maju, unggul dan kompetitif serta melahirkan warga negara yang unggul secara intelektual, anggun dalam moral, kompeten dalam IPTEKS, produktif dalam karya, dan memiliki komitmen yang tinggi untuk berbagai peran sosial, serta kompetitif tehadap bangsa lain di era global.
Berdasarkan tujuan dan hasil yang diharapkan, yang menjadi prioritas dalam rangka pemenuhan standar nasional pendidikan di MI. Baitis Salmah Ciputat, maka perlu menyusun dan merancang Kurkulum Sekolah/Madrasah
B. LANDASAN HUKUM
Landasan hukum dalam penyusunan kurikulum ini adalah :
1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang sistem pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
3. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
4. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
5. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2006 tentang Implementasi Permen 22 dan 23
6. Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah.
7. Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang standar Penilaian Pendidikan
8. Permendiknas Nomor 40 tahun 2007 tentang standar Proses
9. Petunjuk Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Nomor 800/819-Dindik/209 tentang petunjuk Pelaksanaan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2009/2010
10. Standar Isi
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.
11.Standar Kompetensi Lulusan
SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006.
C. PENGERTIAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan ke-khasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik, oleh karena itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada.
D. TUJUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pengembangan Kurikulum yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional, standar nasional pendidikan terdiri atas Standar Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, Tenaga Pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari delapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI), dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum.
Tujuan Peyusunan Kurikulum ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan khususnya di MI. Baitis Salmah dalam pengembangan proses pembelajaran yang efektif, kreatif, dan menyenangkan yang akan dilaksanakan di MI. Baitis Salmah.
Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberikan kesempatan peserta didik untuk :
a. Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Belajar untuk memahami dan menghayati
c. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif
d. Belajar untuk hidup bersama dan berbuat untuk orang lain, dan
e. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
E. PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Kurikulum MI. Baitis Salmah dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum sebagai berikut :
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik MI. Baitis Salmah memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
2. Beragam dan Terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, dan status sosial ekonomi.
3. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan untuk menjamin pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan.
4. Menyeluruh dan berkesinambungan
Subtansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan, dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidik
5 Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik agar mampu dan mau belajar yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
Visi dan Misi MI. Baitis Salmah
Hotib:VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah, Sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan
tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu misalnya menyangkut :
(1). Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
(2). Globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat.
(3). Era informasi dan Komunikasi.
(4). Pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia
Tantangan sekaligus peluang itu harus direspon oleh sekolah, sehingga Visi sekolah sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan citra moral yang menggabarkan profil sekolah yang diinginkan dimasa depan. Namun demikian, visi sekolah harus tetap dalam koridor kebijakan pendidika nasional. Visi juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan (1) Potensi yang dimiliki sekolah, (2) Harapan Masyarakat yang dilayani sekolah.
Visi, Misi dan Tujuan MI. Baitis Salmah Ciputat adalah sebagai berikut :
1. VISI SEKOLAH
Sekolah yang membentuk insan yang beriman, bertaqwa dan berakhlakul karimah serta memiliki wawasan yang luas dalam ilmu pengetahuan dan teknologi harapan masarakat.
2. MISI SEKOLAH
Menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, sebagai benteng pertahanan diri dari pengaruh luar yang negatif
Mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari
Menciptakan pendidikan yang bernuansa IMTAQ dan IPTEKS
Mewujudkan pendidikan yang Islami.
B. PROFIL SEKOLAH
Secara umum kondisi/profil MI. Baitis Salmah Ciputat pada tahun 2009/2010 adalah sebagai berkut :
1. Lingkungan Sekolah
MI. Baitis Salmah Ciputat merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membangun, membentuk, membina, dan mengarahkan anak didik menjadi manusia seutuhnya, yakni manusia yang memiliki karakter dan kepribadian positif, manusia yang mampu memahami diri sendiri dan orang lain, manusia yang terampil, mandiri dan bertanggung jawab serta manusia yang mampu berperan serta dan bekerjasama dengan orang lain.
Untuk itu MI. Baitis Salmah mencoba menerapkan sistem kriteria terpadu yang mengarah pada penerapan program berstandar nasional. Yang dimaksud dengan program terpadu adalah program yang memadukan antara program pendidikan umum dan pendidikan agama, serta pengembangan potensi intelektual, emosional dan fisik menjadi salah satu wahana untuk mengoptimalkan tugas dan tanggung jawab orang tua, sekolah dan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah, Sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan
tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu misalnya menyangkut :
(1). Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
(2). Globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat.
(3). Era informasi dan Komunikasi.
(4). Pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia
Tantangan sekaligus peluang itu harus direspon oleh sekolah, sehingga Visi sekolah sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan citra moral yang menggabarkan profil sekolah yang diinginkan dimasa depan. Namun demikian, visi sekolah harus tetap dalam koridor kebijakan pendidika nasional. Visi juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan (1) Potensi yang dimiliki sekolah, (2) Harapan Masyarakat yang dilayani sekolah.
Visi, Misi dan Tujuan MI. Baitis Salmah Ciputat adalah sebagai berikut :
1. VISI SEKOLAH
Sekolah yang membentuk insan yang beriman, bertaqwa dan berakhlakul karimah serta memiliki wawasan yang luas dalam ilmu pengetahuan dan teknologi harapan masarakat.
2. MISI SEKOLAH
Menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, sebagai benteng pertahanan diri dari pengaruh luar yang negatif
Mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari
Menciptakan pendidikan yang bernuansa IMTAQ dan IPTEKS
Mewujudkan pendidikan yang Islami.
B. PROFIL SEKOLAH
Secara umum kondisi/profil MI. Baitis Salmah Ciputat pada tahun 2009/2010 adalah sebagai berkut :
1. Lingkungan Sekolah
MI. Baitis Salmah Ciputat merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membangun, membentuk, membina, dan mengarahkan anak didik menjadi manusia seutuhnya, yakni manusia yang memiliki karakter dan kepribadian positif, manusia yang mampu memahami diri sendiri dan orang lain, manusia yang terampil, mandiri dan bertanggung jawab serta manusia yang mampu berperan serta dan bekerjasama dengan orang lain.
Untuk itu MI. Baitis Salmah mencoba menerapkan sistem kriteria terpadu yang mengarah pada penerapan program berstandar nasional. Yang dimaksud dengan program terpadu adalah program yang memadukan antara program pendidikan umum dan pendidikan agama, serta pengembangan potensi intelektual, emosional dan fisik menjadi salah satu wahana untuk mengoptimalkan tugas dan tanggung jawab orang tua, sekolah dan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Langganan:
Postingan (Atom)